F . A . Q (Frequently Asked Questions)

1. Apa yang dimaksud dengan risiko bencana ?
Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat (BNPB, 2008).

2. Bagaimana proses pemetaan risiko bancana ?
Pemetaan risiko bencana dilakukan dengan cara melakukan penilaian risiko bencana. Penilaian risiko tidak hanya melibatkan satu faktor saja tetapi disebabkan oleh beberapa faktor yang saling terkait yaitu faktor Ancaman/Bahaya (hazard), faktor kerentanan (vulnerability) dan kapasitas (capacity).

3. Apa yang dimaksud dengan Ancaman/Bahaya, Kerentanan, dan Kapasitas ?
# Bahaya (hazard) adalah fenomena ataupun aktivitas manusia yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa atau luka, kerusakan harta benda, kehidupan sosial ekonomi terganggu maupun penurunan kualitas lingkungan.
# Kerentanan (vulnerability) merupakan karakteristik individu atau kelompok yang merefleksikan kapasitasnya untuk mengantisipasi, mengatasi, bertahan dan pulih dari dampak ancaman bahaya alam.
# Kapasitas (capacity) adalah kekuatan atau potensi sumberdaya yang dimiliki komunitas masyarakat untuk mengantisipasi dan atau mengurangi dampak risiko bencana.

4. Bagaimana proses mendapatkan peta ancaman banjir rob kota Semarang ?
Peta ancaman banjir rob kota Semarang didapat melalui proses pemodelan prediksi genangan banjir rob melalui proses peramalan pasang surut untuk mendapatkan nilai MSL (Mean Sea Level) dan HHWL (Highest High Water Level); dikorelasikan dengan nilai penurunan tanah pada medan topografi kota Semarang.
Hasil peta prediksi ancaman ini dilakukan validasi dengan peta genangan eksisting yang didapat dari pemetaan partisipatif pejabat-pejabat kelurahan kota Semarang yang terdampak banjir rob yang diasumsikan mengetahui kondisi sebenarnya dari ancaman banjir rob kota Semarang.

5. Bagaimana proses mendapatkan peta kerentanan banjir rob kota Semarang ?
Peta kerentanan banjir rob kota Semarang didapat melalui proses studi literatur dari penelitian sebelumnya dan perundang-undangan bencana Republik Indonesia untuk mendapatkan komponen-komponen kerentanan yang kemudian dilakukan penilaian dan klasifikasi.
Dalam Peta kerentanan banjir rob kota Semarang ini penilaian dan klasifikasinya menggunakan metode fuzzy logic tipe Mamdani dengan sistem keanggotaan fungsi Gauss.

6. Bagaimana proses mendapatkan peta kapasitas banjir rob kota Semarang ?
Peta kapasitas banjir rob kota Semarang didapat melalui kajian terhadap PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 disesuaikan dengan kondisi dan data yang di kota Semarang lewat wawancara di lingkungan kantor-kantor kelurahan kota Semarang yang terdampak banjir rob untuk mendapatkan komponen kapasitas yang kemudian dilakukan penilaian dan klasifikasi dengan skoring dan pembobotan.

7. Bagaimana proses mendapatkan peta risiko banjir rob kota Semarang ?
Peta risiko banjir rob kota Semarang didapat melalui penilaian risiko menggunakan metode VCA (Vulnerability Capacity Analysis) dengan rumusan sebagai berikut :

R = H x V/ C
R : Risiko
H : Ancaman atau Bahaya
V : Kerentanan
C : Kapasitas

Lebih lanjut, pertanyaan dapat disampaikan dalam Contact Form.
Ringkasan pemetaan risiko banjir rob kota Semarang dapat diunduh disini.