PERBANDINGAN PERHITUNGAN GEOID PULAU JAWA DENGAN INTEGRAL STOKES DAN INTEGRAL HOTINE

L. M. Sabri1, Leni Sophia Heliani2, T. Aris Sunantyo2, Nurrohmat Widjajanti2
1Program Studi Doktor Ilmu Teknik Geomatika
Departemen Teknik Geodesi
Program Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Gadjahmada

 2Departemen Teknik Geodesi
Fakultas Teknik Universitas Gadjahmada

 

Abstrak

Salah satu komponen dalam pemecahan Boundary Value Problem adalah perhitungan integral Stokes dan integral Hotine. Integral Stokes memerlukan data anomali gayaberat di geoid, sementara integral Hotine memerlukan data gangguan gayaberat di permukaan maupun di geoid. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketelitian geoid Pulau Jawa yang dihitung dengan integral Stokes dan integral Hotine . Data yang digunakan adalah data anomali gayaberat Free Air sebagai komponen gelombang menengah, EGM2008 sebagai komponen gelombang panjang, dan SRTM90 sebagai komponen gelombang pendek. Pada perhitungan integral Hotine, data anomali gayaberat Free Air dikonversi terlebih dahulu menjadi data gangguan gayaberat menggunakan data undulasi geoid dari EGM2008. Perhitungan geoid menerapkan prinsip Remove-Compute-Restore pada perangkat lunak GRAVSOFT 2.9.7 dan Simply FORTRAN 2. Geoid gravimetrik diuji terhadap geoid geometrik di 30 titik di Kota Semarang. Rerata simpangan geoid integral Stokes dan Hotine secara berturut-turut adalah -0,701 m dan -0,717 m, sementara simpangan bakunya adalah  ±0,063 m dan ±0,049 m. Simpangan baku geoid integral Stokes yang lebih besar daripada geoid integral Hotine dikontribusi oleh kesalahan yang terjadi pada koreksi topografi. Berdasarkan statistik pengujian disimpulkan bahwa perhitungan integral Hotine dengan data gangguan gayaberat tanpa koreksi topografi dapat menghasilkan geoid gravimetri yang presisi.

 

 

Kata kunci: Geoid, integral Stokes, integral Hotine, Remove-Compute-Restore

Untuk versi PDF klik disini

Perbandingan perhitungan geoid Pulau Jawa dengan integral Stokes dan integral Hotine

 

L. M. Sabri1, Leni Sophia Heliani2, T. Aris Sunantyo2, Nurrohmat Widjajanti2

1Program Studi Doktor Ilmu Teknik Geomatika

Departemen Teknik Geodesi

Program Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Gadjahmada

 

2Departemen Teknik Geodesi

Fakultas Teknik Universitas Gadjahmada

 

Abstrak

Salah satu komponen dalam pemecahan Boundary Value Problem adalah perhitungan integral Stokes dan integral Hotine. Integral Stokes memerlukan data anomali gayaberat di geoid, sementara integral Hotine memerlukan data gangguan gayaberat di permukaan maupun di geoid. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketelitian geoid Pulau Jawa yang dihitung dengan integral Stokes dan integral Hotine . Data yang digunakan adalah data anomali gayaberat Free Air sebagai komponen gelombang menengah, EGM2008 sebagai komponen gelombang panjang, dan SRTM90 sebagai komponen gelombang pendek. Pada perhitungan integral Hotine, data anomali gayaberat Free Air dikonversi terlebih dahulu menjadi data gangguan gayaberat menggunakan data undulasi geoid dari EGM2008. Perhitungan geoid menerapkan prinsip Remove-Compute-Restore pada perangkat lunak GRAVSOFT 2.9.7 dan Simply FORTRAN 2. Geoid gravimetrik diuji terhadap geoid geometrik di 30 titik di Kota Semarang. Rerata simpangan geoid integral Stokes dan Hotine secara berturut-turut adalah -0,701 m dan -0,717 m, sementara simpangan bakunya adalah  ±0,063 m dan ±0,049 m. Simpangan baku geoid integral Stokes yang lebih besar daripada geoid integral Hotine dikontribusi oleh kesalahan yang terjadi pada koreksi topografi. Berdasarkan statistik pengujian disimpulkan bahwa perhitungan integral Hotine dengan data gangguan gayaberat tanpa koreksi topografi dapat menghasilkan geoid gravimetri yang presisi.

 

Kata kunci: Geoid, integral Stokes, integral Hotine, Remove-Compute-Restore